Ditulis oleh: Zein Muhammad Agung
Baru-baru ini penulis terkejut melihat video hasil kreasi AI dengan kualitas yang luar biasa. Rasanya hanya tinggal menunggu waktu sampai video buatan AI mampu mencapai standar industri film Hollywood. Fenomena ini bukan hanya terjadi pada bidang video saja. Di Cina, industri otomotif sudah sebagian besar beralih menggunakan robot, sementara di Jepang kita bahkan sudah bisa memesan kopi yang diantarkan oleh pramusaji robot.

Melihat perkembangan ini, laporan Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) memprediksi akan terjadi kepunahan sejumlah lapangan pekerjaan pada rentang tahun 2023–2027. Mengapa perusahaan-perusahaan besar begitu tergila-gila dengan AI? Jawabannya sederhana, karena AI memiliki berbagai keunggulan yang tidak dimiliki manusia, di antaranya:
Produktivitas tanpa henti.
Berbeda dengan manusia yang membutuhkan istirahat, AI dapat bekerja selama 24 jam nonstop tanpa mengalami penurunan performa.
Akurasi yang tinggi.
Dalam tugas yang membutuhkan analisis data dalam jumlah besar, AI mampu menganalisis data secara cepat dan presisi. Reduksi biaya jangka panjang.
Meskipun pengembangan sistem AI membutuhkan biaya awal yang besar, perusahaan tetap cenderung menggunakannya karena biaya operasional AI jauh lebih murah dibandingkan biaya gaji, tunjangan, dan pelatihan karyawan.
Terdengar mengerikan, bukan?
Pertanyaan besarnya adalah: jika seperti ini, apakah AI benar-benar akan menggantikan pekerjaan manusia sepenuhnya?
Perlu kita sadari bahwa perkembangan seperti ini merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari karena menjadi bagian dari arus globalisasi. Oleh sebab itu, langkah konkret yang dapat kita lakukan adalah meningkatkan kompetensi dan keterampilan diri. Selain itu, kita juga perlu menggunakan AI sebagai alat untuk menjadi keuntungan bagi diri kita sendiri, karena menguasai AI sama dengan meningkatkan kompetensi.
Founder dan CEO NVIDIA, Jensen Huang, pernah mengatakan, “Seseorang tidak akan digantikan pekerjaannya oleh AI, tetapi mereka akan digantikan oleh seseorang yang menggunakan AI.”
Melalui pernyataan tersebut, Mr. Huang menjelaskan bahwa AI hadir untuk memudahkan pekerjaan sekaligus meningkatkan kompetensi manusia. Sudah banyak orang yang menggunakan AI secara bijak sehingga mampu memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru.
Sebagai kesimpulan, meskipun AI akan menggantikan banyak pekerjaan manusia, AI sering kali tidak menggantikan suatu profesi secara utuh. Interaksi antarsesama manusia akan tetap selalu ada. Pada akhirnya, manusia yang menggunakan AI akan menggantikan mereka yang memilih menutup mata terhadap perkembangan teknologi.