KAIRO – Warga Indonesia dan mahasiswa di Mesir perlu siap-siap memutar mundur penunjuk waktu mereka. Tepat pada Kamis malam ini (29/10) pukul 24.00, Mesir secara resmi mengakhiri masa Daylight Saving Time (Waktu Musim Panas) dan kembali ke Standard Time (Waktu Musim Dingin).
Kenapa Waktu di Mesir Bisa Berubah? Perubahan waktu ini dilakukan secara berkala tiap tahun untuk mengoptimalkan pemanfaatan cahaya matahari (daylight). Saat musim panas, siang hari berlangsung jauh lebih panjang sehingga jam dimajukan 1 jam (UTC+3) agar aktivitas warga lebih banyak memanfaatkan sinar matahari sore. Sebaliknya, saat memasuki musim dingin, durasi siang memendek sehingga pemerintah mengembalikan jam ke waktu standar (UTC+2) agar ritme aktivitas harian tetap sejalan dengan terbit dan terbenamnya matahari.
Apa Dampaknya Nanti Malam?
- Bonus Istirahat 1 Jam: Tepat pukul 24.00 tengah malam nanti, jarum jam akan diputar mundur menjadi pukul 23.00. Secara teknis, durasi malam ini bertambah 1 jam lebih lama.
- Selisih Waktu dengan Indonesia Makin Jauh: Jika selama musim panas perbedaan waktu Kairo dengan Indonesia bagian barat (WIB) hanya 4 jam, mulai besok selisihnya resmi melebar menjadi 5 jam.
Patokan Selisih Waktu Terbaru dengan Indonesia:
- WIB (Jakarta): Indonesia 5 jam lebih awal dari Kairo (Contoh: Pukul 12.00 siang WIB = Pukul 07.00 pagi Kairo)
- WITA (Makassar/Bali): Indonesia 6 jam lebih awal
- WIT (Jayapura): Indonesia 7 jam lebih awal
Perubahan ini berpengaruh langsung pada pergeseran jadwal harian, seperti jam terbit/terbenam matahari, jadwal shalat, jam kuliah di Al-Azhar, hingga agenda muzakarah. Bagi mahasiswa yang rutin menghubungi keluarga di Indonesia, pastikan juga menyesuaikan jadwal telepon agar tidak mengganggu waktu istirahat di tanah air.
Meskipun perangkat pintar (HP dan laptop) biasanya memperbarui waktu secara otomatis, mahasiswa diimbau untuk tetap mengecek ulang jam dinding atau alarm manual agar tidak keliru mengatur jadwal mulai besok pagi.
Peliput: Adzka Asyam
Editor: Haqin Nazzil