Grand Opening Simposium PPI Dunia ke-18 2026: Mesir sebagai Tuan Rumah

Rangkaian Pembukaan Simposium Dunia ke-18

Acara Simposium Dunia ke-18 resmi dibuka dengan rangkaian acara pembukaan yang berlangsung secara khidmat dan meriah. Rangkaian diawali oleh pembawa acara (MC), dilanjutkan dengan lantunan lagu “Titik Balik Generasi” yang mengawali suasana kegiatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan dari Tim Gambus sebagai salah satu persembahan dalam rangkaian pembukaan.

Selanjutnya, para tamu kehormatan memasuki ruang acara dan disambut oleh panitia. Setelah seluruh tamu kehormatan menempati tempat yang telah disediakan, rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.

Suasana kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia dan lagu kebangsaan Mesir sebagai bentuk penghormatan terhadap kedua negara serta simbol persahabatan dan hubungan yang erat antara Indonesia dan Mesir.

Memasuki rangkaian sambutan, Ketua Panitia Simposium, Luqman Perdana Putra, menyampaikan sambutan pembuka sekaligus menyampaikan sejumlah hal terkait pelaksanaan Simposium Dunia ke-18. Beliau mengatakan “Hari ini bukan sekadar hari pertama dari sebuah rangkaian acara simposium. Hari ini adalah pertemuan gagasan, pengalaman, dan semangat mahasiswa Indonesia yang datang dari berbagai penjuru dunia…”   Beliau juga menekankan pentingnya keberanian untuk membangun kolaborasi nyata yang membawa dampak positif sepulangnya para pelajar nanti ke tanah air untuk mewujudkan Indonesia yang lebih tangguh dan berkeadilan

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Presiden Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir, Wildan Fikri Fathurrahman, Lc., masa jabatan 2026/2027. Dalam sambutannya, ia menyoroti peran penting Mesir dan Al-Azhar sebagai rumah keilmuan bagi para mahasiswa Indonesia

Rangkaian sambutan kemudian dilanjutkan oleh Koordinator PPI Dunia, Andika Ibrahim Nasution, masa jabatan 2025/2026. Beliau menekankan bahwa pelajar Indonesia di berbagai negara membawa tanggung jawab yang sama untuk berkontribusi kepada Indonesia, serta pentingnya kolaborasi antar-PPI. Ia juga mengajak peserta agar dari Simposium ke-18 tidak hanya membawa kenangan, tetapi menghasilkan gagasan, kolaborasi, dan dampak nyata.

Selanjutnya, Penasehat Grand Syekh Al-Azhar Urusan Mahasiswa Asing, Prof. Dr. Nahla Shabry Al-Saidi, turut menyampaikan sambutan dalam pembukaan Simposium Dunia ke-18.

“إن الأزهر الشريف ببيوته ومعاهده وجامعته هو الوطن الثاني لكل طالب علم وافد من شتى بلدان العالم. ونوصي أبناءنا الطلاب أن يكونوا سفراء حقيقيين لمنهج الأزهر الوسطي المعتدل، حاملين لراية السلام والمحبة والأخوة الإنسانية حينما يعودون إلى أوطانهم”

“Sesungguhnya Al-Azhar Al-Syarif melalui lembaga, institut, dan universitasnya adalah rumah kedua bagi setiap pencari ilmu yang datang dari berbagai penjuru dunia. Kami berpesan kepada anak-anak kami para mahasiswa agar menjadi duta-duta sejati bagi manhaj (metodologi) Al-Azhar yang moderat dan seimbang, serta membawa panji perdamaian, kasih sayang, dan persaudaraan kemanusiaan sekembalinya mereka ke negara asal masing-masing.”

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Sekretaris Jenderal, Dr. Hassan Khalil. Beliau menekankan peran mahasiswa sebagai bagian dari masa depan bangsa, pentingnya ilmu, pengalaman, komunikasi, dan kontribusi mahasiswa setelah kembali ke negara masing-masing.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, H.E. Kuncoro Giri Waseso. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan “Untuk itu atas nama pemerintah Republik Indonesia dan segenap jajaran Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kairo, saya ingin mengungkapkan rasa syukur, rasa bangga, rasa terima kasih saya dan tentunya berharap event ini kegiatan ini akan berlangsung dengan sukses dari tanggal 19 sampai 23 dengan tema yang ada yaitu kolaborasi pelajar dunia menuju masa depan Indonesia yang tangguh dan berkeadilan. Dari tema ini saya mengambil dua kata. Tangguh dan berkeadilan. Tangguh berkeadilan harus berjalan seimbang. Ketangguhan tanpa keadilan hanya melahirkan kekuatan yang menindas, Keadilan tanpa ketangguhan hanya merupakan niat baik yang rapuh, yang rentan, yang tidak kuat. Untuk itu melalui tema ini atau tema ini menuntut teman-teman semuanya nanti yang melakukan simposium wajib memikirkan keduanya sekaligus dan ini tentunya menjadi tugas yang paling sulit sekaligus paling mulia dari sebuah generasi generasi dari teman-teman semuanya.”

Rangkaian sambutan kemudian ditutup dengan sambutan dari Rektor Al-Azhar, Prof. Dr. Mahmoud Seddik Hasan, yang menyampaikan

“يؤكد الأزهر الشريف دائماً على رسالته العالمية في نشر الوسطية والاعتدال، ويسعى جاهداً لتخريج طاقات بشرية وعلمية لا يقتصر عطاؤها على المعرفة فحسب، بل تمتد لخدمة الإنسانية ونشر السلام والوئام في شتى بقاع العالم”

“Al-Azhar Al-Syarif selalu menegaskan pesan universalnya dalam menyebarkan moderasi dan keseimbangan, serta berupaya keras untuk melahirkan sumber daya manusia dan keilmuan yang kontribusinya tidak hanya terbatas pada ilmu pengetahuan semata, tetapi juga meluas untuk melayani kemanusiaan serta menyebarkan perdamaian dan keharmonisan di berbagai penjuru dunia.”

Peresmian Simposium Dunia ke-18

Setelah seluruh rangkaian sambutan selesai, acara dilanjutkan dengan peresmian Simposium Dunia ke-18 secara simbolis. Peresmian dilakukan oleh Dr. Hassan Khalil, Prof. Dr. Mahmoud Seddik Hasan, dan H.E. Kuncoro Giri Waseso.

Prosesi peresmian ditandai dengan pembukaan secara bersama-sama sebuah kotak instrumen peresmian yang di dalamnya terdapat logo Simposium Dunia ke-18. Prosesi tersebut menjadi penanda resmi dimulainya rangkaian kegiatan Simposium Dunia ke-18.

Dengan berakhirnya prosesi peresmian, seluruh rangkaian pembukaan Simposium Dunia ke-18 pun selesai. Para hadirin kemudian diarahkan untuk mengikuti coffee break sebelum memasuki rangkaian agenda simposium berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *