Ditulis oleh: Syauqi Ziedan Haq
Di bulan suci Ramadhan ini pasti kita sudah tidak asing dengan “tanda” jikalau sudah tiba
waktunya berbuka puasa. Di Indonesia buka puasa ditandai dengan suara bedug Masjid, tapi tahukah kamu?, buka puasa di Mesir itu ditandai dengan suara tembakan meriam asli loh. Tradisi tersebut dinamakan “Midfa’ Al-Iftar”.
Awal mula tradisi ini diyakini pada abad ke-19 dimasa pemerintahan Muhammad Ali Pasha,
selaku penguasa mesir dari tahun 1805-1848 M, Tradisi ini bisa terjadi karena ketidaksengajaan
tentara kala itu.

Suatu ketika tentara sedang menguji sebuah meriam baru menjelang matahari terbenam di kota Cairo, Mesir. Kebetulan meriam itu ditembakkan tepat pada waktu Maghrib di bulan Ramadhan.
Masyarakat setempat yang mendengar suara meriam tersebut mengira bahwa itu adalah tanda resmi untuk berbuka puasa. Mereka sangat menyukai cara tersebut karena dapat membantu mengetahui waktu berbuka dengan jelas.
Kemudian, karena banyaknya masyarakat setempat yang menyukai kejadian tersebut,
pemerintah Mesir menjadikan hal ini sebagai tradisi resmi setiap hari selama bulan suci Ramadhan.
Dalam beberapa riwayat ataupun cerita lainnya menyebutkan bahwa putri dari Khedive
Isma’il (selaku penguasa mesir pada saat itu) yang bernama Hajah Fatimah meminta agar tradisi ini dilanjutkan karena masyarakat merasa sangat terbantu.
Tradisi ini kemudian menyebar dari Mesir ke berbagai negara, seperti Syria, Lebanon,
Palestina, Saudi Arabia, dan negara Muslim lainnya. Di negara-negara tersebut, tembakkan meriam iftar menjadi simbol khas suasana Ramadhan.
Tak hanya ketika waktu berbuka puasa saja, ternyata meriam ini ditembakkan juga ketika di
waktu penting lainnya, saat Imsak atau sebelum Subuh (di beberapa tempat) dan kadang juga saat Hari Raya Idul Fitri.
Dapat kita buktikan bahwasannya perkembangan zaman tidak semena-mena harus
melupakan tradisi yang pernah ada, kini “Midfa’ Al-Iftar” (tradisi ramadhan yang berasal dari mesir) berkembang menjadi simbol budaya Ramadhan di banyak negara Muslim.